Pengertian Likuiditas

Pengertian Likuiditas Dan Kepentingannya Bagi Perusahaan

Pengertian LikuiditasPerusahaan harus memiliki likuiditas yang sehat. Jika tidak, perusahaan terancam mengalami permasalahan. Lantas, tahukah kamu tentang pengertian likuiditas dan perannya bagi sebuah perusahaan?

Kamu mungkin sering mendengar tentang istilah likuiditas. Istilah ini sering kamu dengar ketika menonton berita seputar perusahaan atau bisnis.

Seberapa pentingkah likuiditas bagi sebuah perusahaan? Inilah yang akan kamu temukan di sini. 

Sebelum memahaminya lebih dalam, kenali lebih dalam tentang pengertian likuiditas itu sendiri. Berikut ini ulasannya!

Apa Itu Likuiditas?

Sebenarnya cukup mudah untuk mengenali pengertian likuiditas. Likuiditas adalah kemampuan dari sebuah perusahaan dalam melunasi hutang dan kewajiban jangka pendek.

Kewajibannya meliputi hutang usaha, dividen hingga pajak dan lain sebagainya. Semua itu harusnya bisa diatasi secara meyakinkan. Jika mampu dilakukan, ini menandakan jika perusahaan tersebut sehat.

Likuiditas ini pun memberikan gambaran tentang kinerja dari sebuah perusahaan. Perusahaan akan dinilai memiliki kinerja lebih baik ketika likuiditasnya bagus. Sebaliknya jika rasionya rendah, perusahaan dianggap kurang baik.

Sederhananya, ada sejumlah permasalahan yang belum bisa ditangani sepenuhnya oleh pemilik perusahaan. Tak pelak jika perusahaan ini akan kesulitan dalam mencari sokongan dana atau semacamnya.

Pentingnya Likuiditas bagi Perusahaan

Bukan tanpa alasan kenapa perusahaan harus memiliki likuiditas yang tinggi. Hal ini tidak lepas dari kesehatannya.

Kesehatan perusahaan pun akan mempengaruhi segala bidang. Pengaruhnya berkaitan langsung dengan tingkat kepercayaan.

Ketika perusahaan punya tingkat likuiditas tinggi, tingkat kepercayaan dari internal dan eksternal pun meningkat. Ini bisa dicontohkan dengan semakin percayanya para karyawan dalam menjalankan pekerjaannya.

Sederhananya, ini berpengaruh pada kedisiplinan karyawan. Selagi perusahaan dapat memenuhi kewajibannya, para karyawan pun akan lebih bersemangat. Pada akhirnya, kinerja dari perusahaan itu akan semakin baik.

Sementara itu, kepercayaan pun datang dari pihak lain. Contohnya adalah investor yang ingin menanamkan modal di perusahaan.

Perusahaan yang kredibel dan terpercaya akan menjadi pilihan menarik bagi investor. Setidaknya, investor tidak perlu ragu untuk menggelontorkan dana di sana. Karena, perusahaan tersebut sehat  sehingga berpotensi memberikan keuntungan di masa depan.

Begitu juga dengan perusahaan pemberi pinjaman. Perusahaan yang likuid pastinya memiliki posisi tinggi.

Baca Juga:  Istilah dalam Akuntansi yang Kerap Digunakan

Betapa tidak, perusahaan seperti ini dinilai memiliki kemampuan bayar yang sangat baik. Ketika mengajukan pinjaman, pemberi pinjaman tidak akan ragu untuk memberikannya. Akhirnya, perusahaan pun dapat terus beroperasi hingga mencapai kemajuan.

Baca juga : Pengertian Break Event Point

Manfaat Likuiditas

Setelah memahami pengertian likuiditas, kamu juga perlu mengetahui manfaatnya bagi perusahaan. Salah satunya sebagai media untuk membantu perusahaan dalam mengenali posisi keuangannya.

Perusahaan dapat menilai keuangan dalam satu periode. Dan perusahaan bisa menilai apakah uang tersebut dapat digunakan untuk mendukung jalannya usaha atau tidak.

Apabila menemukan adanya kekurangan, setidaknya perusahaan dapat memikirkan apa yang harus dilakukan. Contohnya mengajukan pinjaman atau membuka masuknya investor yang ingin menanamkan modal di perusahaan.

Manfaat lainnya adalah memudahkan pihak manajemen dalam mengenali efisiensi modal kerja. Singkatnya, perusahaan tahu pasti terkait penggunaan modal secara tepat.

Selain itu, perusahaan pun bisa mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek. Ini persis dengan pengertian likuiditas dalam arti sebenarnya.

Kemudian yang tak kalah penting, likuiditas ini menjadi rujukan terhadap fleksibilitas perusahaan terkait investasi. Tentunya, ini akan dilihat oleh calon investor. Ketika perusahaan dinilai sehat, tidak menutup kemungkinan jika investor tertarik untuk berinvestasi.

Komponen untuk Menilai Likuiditas

Terdapat sejumlah komponen yang menggambarkan tentang likuiditas perusahaan. Dan ini bisa digunakan untuk menilainya. Di antaranya sebagai berikut.

Yang pertama adalah kerapatan. Tingkat kerapatan ini memungkinkan perusahaan dapat memberi penjelasan terkait transaksi produk yang terjadi.

Perusahaan bisa mengenali perbedaan selisih harga dari sebuah produk. Tepatnya, perusahaan mengetahui adanya selisih harga normal dari produk dengan harga yang disetujui oleh perusahaan.

Kemudian yang kedua adalah resiliensi. Ini merujuk pada perubahan harga yang bisa terjadi kapan saja. Perubahan ini bisa berlangsung cepat. Atau, mengalami kenaikan dan penurunan yang didasarkan oleh banyak faktor. Contohnya perubahan yang didasarkan atas kenaikan bahan baku atau pun kelangkaan barang.

Yang ketiga adalah kedalaman. Ini menjelaskan tentang volume pembelian dan penjualan yang dilakukan oleh perusahaan.

Komponen ini juga menjadi penjelas tentang kisaran harga yang akan digunakan dalam menjual produk. Begitu pula, mengenali kisaran harga saat melakukan pembelian.

Jenis Rasio Likuiditas

Pengukuran terhadap likuiditas akan terus dilakukan oleh perusahaan. Tujuannya untuk mengetahui perkembangan dari sebuah perusahaan.

Untuk memahaminya, ada beberapa hal yang dinilai oleh perusahaan. Berikut ini rasio likuiditas yang akan diukur.

Baca Juga:  Yuk Cari Tahu! Ini Perbedaan Keuangan dan Akuntansi Yang Perlu Kamu Pahami

Baca juga : Perbedaan Keuangan dan Akuntansi

  • Rasio Modal Kerja

Tingkat likuidnya sebuah perusahaan dapat dinilai dari modal kerjanya. Penilaiannya merujuk pada jumlah aktiva serta posisi modal itu sendiri.

Perhitungannya dilakukan dengan mengurangi keseluruhan aset dengan liabilitas. Setelah itu, hasilnya akan dibagi ke beberapa aset.

  • Rasio Lancar

Seperti disinggung dalam pengertian likuiditas, perusahaan dikatakan likuid jika mampu melunasi kewajibannya. Dan ini pun dinilai secara utuh untuk memastikan sehatnya bisnis yang dijalankan.

Di sini, tingkat likuiditas akan melihat penggunaan aktiva lancar. Aktiva lancar ini digunakan untuk membayar seluruh kewajiban hingga hutang lancar.

Sederhananya, perusahaan memahami bahwa aktiva lancar bisa dimanfaatkan untuk membayar kewajiban jangka pendek. Kuncinya, aktiva tersebut lebih besar dari jumlah hutangnya.

Apabila terjadi sebaliknya, perusahaan dalam kondisi tidak sehat. Karena kenyataannya, perusahaan tidak mampu untuk menutup kewajiban jangka pendeknya.

  • Rasio Cepat

Jenis ini merujuk pada kemampuan bayar perusahaan terhadap hutang jangka pendek dengan memanfaatkan aktiva lancar. Hanya saja, perusahaan tidak memperhitungkan persediaan.

Alasannya, persediaan ini membutuhkan pemrosesan yang lama. Artinya, memakan waktu untuk diuangkan sehingga kurang pas jika digunakan untuk membayar hutang.

Lantas, apa yang digunakan? Elemen yang digunakan adalah surat berharga dan piutang.

Apabila keberadaannya cukup tinggi, bisa dikatakan jika perusahaan dapat memenuhi kewajibannya dengan mudah. Dengan begitu, perusahaan dinilai likuid.

  • Rasio Kas

Kunci likuidnya rasio ini ialah besarnya kas ketimbang hutang. Ada pun penilaiannya, perusahaan perlu mengamati jumlah kas yang dimilikinya. Contohnya adalah rekening giro.

  • Rasio Perputaran Kas

Jenis ini merujuk pada nilai relatif antara penjualan dan modal kerja. Nah, modal kerjanya dihitung dari seluruh aktiva lancar yang dikurangi dengan total hutang lancar.

Dengan melihat ini, kamu akan melihat apakah nilai penjualan mencapai titik tertinggi dibandingkan modal kerja yang dikeluarkan atau tidak. Apabila nilai penjualan bersih lebih tinggi, tentunya perusahaan dinilai memiliki kemampuan bayar yang baik.

Perusahaan pun memiliki kinerja yang lebih baik. Ke depannya, perusahaan berpotensi untuk berkembang. Terlebih ketika mendapatkan suntikan dana yang dimaksimalkan untuk memperlebar sayap bisnisnya.

Demikianlah yang bisa disampaikan mengenai pengertian likuiditas. Yang pasti, perusahaan seharusnya memiliki tingkat likuiditas tinggi. Dengan begitu, perusahaan bisa terus beroperasi dan berkembang dari waktu ke waktu.

5/5 - (1 vote)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top