Perbedaan Cek dan Bilyet Giro

Kamu Harus Tahu! Ini Perbedaan Cek dan Bilyet Giro Yang Hampir Sama

Perbedaan Cek dan Bilyet GiroKamu pernah dengar istilah cek dan bilyet giro? Meskipun sama-sama merupakan alat transaksi keuangan, keduanya sangat berbeda loh. Perbedaan cek dan bilyet giro bisa kamu lihat dari banyak hal. Penasaran apa saja itu?

Ketika berbicara tentang cek, kamu pasti akan berpikir tentang secarik kertas yang bisa diuangkan. Iya, kan? Lantas bagaimana dengan bilyet giro? Kamu mungkin masih cukup asing. Tapi bilyet giro sebenarnya juga sudah banyak digunakan di masyarakat.

Nah, keduanya itu memiliki fungsi dan tampilan yang hampir sama. Bahkan jika dilihat sekilas tampaknya tidak ada yang berbeda. Lalu apa yang membuat cek dan bilyet giro berbeda? Yuk ketahui selengkapnya berikut ini.

Pengertian Cek dan Bilyet Giro

Untuk tahu perbedaan cek dan bilyet giro, kamu harus paham dulu apa pengertiannya. Secara singkat, cek merupakan alat pembayaran non-tunai berupa surat tertulis. Yang mana isinya adalah perintah dari nasabah kepada bank untuk membayarkan sejumlah dana kepada penerima cek.

Menurut BI pada laman resminya, cek adalah perintah tidak bersyarat dari nasabah ke bank penyimpan dana untuk membayar sejumlah tertentu pada saat diajukan. Di mana dalam hal ini, cek menerapkan beberapa prinsip yaitu:

  • Sebagai sarana perintah pembayaran secara tunai atau pemindahbukuan.
  • Dapat dipindahtangankan.
  • Diterbitkan dalam mata uang rupiah.

Sementara pengertian bilyet giro ialah surat perintah dari penarik kepada bank tertarik untuk memindahbukukan sejumlah dana ke rekening penerima. Penarik di sini adalah nasabah yang punya rekening giro di bank. Sedangkan penerima yaitu pemilik rekening yang namanya disebut dalam bilyet untuk menerima dana.

Dalam hal ini, bilyet giro juga punya prinsip sendiri, yaitu:

  • Sebagai sarana perintah pemindahbukuan.
  • Tidak dapat dipindahtangankan.
  • Diterbitkan dalam mata uang rupiah.
  • Ditulis dalam bahasa Indonesia.

Persamaan Cek dan Bilyet Giro

Sebelum membahas perbedaan cek dan bilyet giro, mari cari tahu dulu persamaannya. Selain memiliki kemiripan secara fisik, keduanya juga punya persamaan lain. Apa itu? Berikut ini beberapa di antaranya:

  1. Cek dan bilyet giro sama-sama merupakan alat pembayaran giral.
  2. Cek dan bilyet giro memiliki masa kedaluwarsa yang sama, yaitu 70 hari.
  3. Cek dan bilyet giro, keduanya dapat dijadikan bahan perhitungan pada lembaga kliring.
  4. Cek dan bilyet giro adalah instrumen keuangan juga perintah kepada bank untuk melaksanakan mutasi pada rekening nasabah.
Baca Juga:  Istilah dalam Akuntansi yang Kerap Digunakan

Baca juga : Tips Memilih Jasa Audit Keuangan

Perbedaan Antara Cek dan Bilyet Giro

Di samping memiliki sejumlah persamaan, cek dan bilyet giro punya banyak perbedaan. Apa saja itu? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini:

Syarat Formal

Pertama yaitu perbedaan dari segi syarat formalnya. Syarat ini harus dipenuhi agar cek atau bilyet giro bisa menjadi alat transaksi. Untuk cek, syarat formalnya ialah sebagai berikut:

  • Nama ‘Cek’ harus termuat dalam teks atau warkat.
  • Perintah tanpa syarat untuk membayar senilai uang tertentu.
  • Nama bank tertarik (pihak yang harus membayar).
  • Penunjukan di mana tempat pembayaran harus dilakukan.
  • Pernyataan tanggal dan tempat cek ditarik.
  • Tanda tangan penarik (orang yang menerbitkan cek).

Sementara untuk bilyet giro, syarat formalnya antara lain ialah:

  • Nama ‘Bilyet Giro’ dan nomornya.
  • Perintah yang jelas dan tidak bersyarat untuk memindahbukukan dana atas beban rekening giro penarik.
  • Nama bank tertarik.
  • Nama dan nomor rekening penerima.
  • Nama bank penerima.
  • Jumlah dana yang dipindahbukukan baik tertulis dalam angka maupun huruf secara lengkap.
  • Pernyataan tanggal penarikan dan tanggal efektif.
  • Nama jelas dan tanda tangan penarik.

Mekanisme Pembayaran

Perbedaan cek dan bilyet giro yang kedua terlihat pada mekanisme pembayaran. Untuk cek, dana yang dipindahbukukan bisa diambil secara tunai. Kamu dapat langsung mencairkan dana tersebut melalui bank yang telah ditunjuk.

Sementara jika memakai bilyet giro sifatnya hanya untuk pemindahbukuan saja. Itu artinya dana tidak bisa langsung dicairkan dalam bentuk cash atau tunai.

Waktu Tenggang

Berikutnya adalah perbedaan dari lamanya waktu tenggang atau masa berlaku. Cek dapat diajukan dengan lama waktu tenggang 70 hari dari tanggal penarikan. Ditambah masa kedaluwarsa 6 bulan sejak tanggal penarikan.

Sedangkan untuk bilyet giro, masa berlakunya hanya untuk 70 hari dari tanggal penarikan. Jika sudah lebih dari itu maka bilyet giro menjadi tidak berlaku.

Baca juga : Peran Akuntansi Dalam Bisnis

Kewajiban Penyediaan Dana

Perbedaan cek dan bilyet giro juga terletak pada kewajiban penyediaan dananya. Pada cek, itu dimulai dari tanggal penarikan sampai masa berlaku cek berakhir. Yaitu selama 70 hari + 6 bulan.

Berbeda dengan bilyet giro yang mulai dari tanggal efektif sampai dengan masa berlakunya. Yang dimaksud tanggal efektif adalah jangka waktu perintah untuk melakukan bilyet giro ke bank penarik.

Baca Juga:  Kamu Harus Tahu! Begini Tips Aman Bertransaksi Melalui Internet Banking

Fungsi

Cek berfungsi sebagai surat perintah dari pemilik rekening kepada bank. Dan isi perintah itu agar bank membayar kepada individu sejumlah uang tunai sesuai yang tertera pada cek.

Sedangkan fungsi bilyet giro sebagai surat perintah dari pemilik rekening giro ke bank. Isinya yaitu perintah untuk bank memindahkan uang kepada individu yang tertera dan memiliki rekening terdaftar pada bank tertentu.

Biaya Materai

Perbedaan cek dan bilyet giro lainnya terlihat pada ada tidaknya biaya materai. Penarikan atau pencairan cek di bank akan dikenakan biaya materai. Sedangkan penarikan untuk bilyet giro dibebaskan dari biaya materai.

Pengalihan Kepemilikan

Sifat pengalihan kepemilikan antara cek dan bilyet giro juga berbeda. Pada cek, kepemilikan bisa dialihkan. Baik dengan cara endorsemen maupun menerbitkan akta cessie. Sementara kepemilikan bilyet giro tidak dapat dialihkan.

Dasar Hukum

Terakhir, perbedaan cek dan bilyet giro ada pada dasar hukum yang digunakan. Dasar hukum cek ialah Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD). Sementara dasar hukum bilyet giro adalah Peraturan Bank Indonesia (PBI).

Jenis-Jenis Cek dan Bilyet Giro

Baik cek maupun bilyet giro memiliki beberapa jenis yang bisa nasabah gunakan. Mau tahu apa saja jenis-jenisnya? Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Jenis Cek

  1. Cek Atas Nama, yaitu cek yang diterbitkan atas nama seseorang atau badan hukum yang tertulis di cek tersebut.
  2. Cek Atas Unjuk, yaitu cek yang tidak mencantumkan nama penerima ataupun badan hukum yang ditunjuk. Jadi siapa saja yang membawa cek tersebut bisa mencairkannya.
  3. Cek Mundur, yaitu cek yang diberi tanggal mundur dari tanggal yang telah disepakati.
  4. Cek Silang, yaitu cek yang di pojok kiri atas diberi 2 tanda silang. Tujuannya agar fungsinya berubah dari tunai jadi non-tunai atau pemindahbukuan.
  5. Cek Kosong, yaitu cek yang dananya tidak tersedia dalam rekening giro.
  • Jenis Bilyet Giro

  1. Dari rekening giro perorangan, yaitu bilyet giro yang diterbitkan atas nama pribadi atau usaha milik perorangan.
  2. Dari rekening giro badan usaha, yaitu bilyet giro yang mencantumkan atas nama suatu badan usaha.

Nah, sekarang kamu sudah tahukan perbedaan cek dan bilyet giro? Jika dipahami lebih dalam, keduanya memang tidak sulit dibedakan. Jadi kamu bisa memanfaatkannya dengan tepat.

5/5 - (2 votes)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top